Faktor - Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Ketuban Pecah Dini di RS TK II Pelamonia Makassar Tahun 2017

  • Anjar Tri Astuti Akademi Kebidanan Pelamonia
Keywords: Ketuban Pecah Dini, Umur Ibu, Paritas, Gemelli, Antenatal Care (ANC)

Abstract

Berdasarkan data rekam medik di RS TK II Pelamonia pada tahun 2016 ibu yang bersalin sebanyak 247 orang,(59,5%) dan yang mengalami ketuban pecah dini sebanyak 147 orang. Pada Tahun 2017 ibu bersalin bulan Januari-Juni sebanyak 212 orang (39,6%) dan yang mengalami ketuban pecah dini sebanyak 84 orang. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan umur ibu,paritas, gemelli, dan kunjungan ANC di RS TK II Pelamonia Makassar.2017. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah survey analitik dengan desain penelitian cross sectional study,menggunakan uji “chi-square” besar sampel yang di gunakan adalah total sampling yaitu semua pasien yang mengalami ketuban pecah dini di Rs TK II Pelamonia pada tahun 2017. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan melalukan pendekatan croos sectional study untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu, dukungan keluarga dan peran tenaga kesehatan jumlah populasi 138 orang ibu bersalin yang dijadikan sampel dengan menggunakan teknik Total Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat variable yaitu umur ibu memiliki P=0,000, paritas P=0,033,gemelli memiliki P=0,000, kunjungan antenatal care P=0,059 artinya < α=0,05 sehingga dapat dikatakan bahwa keempat variable independent tersebut hanya tiga yang memiliki hubungan bermakna kecuali kunjungan antenatal care (ANC). Kesimpulan bahwa antara umur ibu,paritas,gemelli ada hubungan bermakna dengan ketuban pecah dini Oleh karena itu bagi tenaga kesehatan baik tenaga medis maupun paramedis  untuk selalu meningkatkan pelayanan kesehatan utamanya pada pelayanan pemeriksaan kehamilan untuk mencegah terjadinya ketuban pecah dini dengan memberikan konseling sebelum dan saat persalinan

Published
2017-12-07