Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Ketuban Pecah Dini di Rumah Sakit Ibu dan Anak Bahagia Makassar Tahun 2017

  • St. Subriyani Akademi Kebidanan Pelamonia
Keywords: Ketuban Pecah Dini, Umur, Paritas, Kehamilan Ganda

Abstract

Data yang diperoleh dari Rumah Sakit Ibu dan Anak Bahagia Makassar 2015 sebanyak 814 orang, adapun persalinan dengan Ketuban Pecah Dini sebanyak 43 orang (5,28%), tahun 2016  875 orang, adapun persalinan dengan ketuban pecah dini yaitu sebanyak 22 orang (2,51%), dan bulan Januari s/d Juni 2017 sebanyak 441 orang, adapun persalinan dengan ketuban pecah dini yaitu sebanyak 38 orang (8,61%). Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi tentang "Faktor-faktor yang berhubungan dengan penyebab ketuban pecah dini di Rumah Sakit Ibu dan Anak Bahagia Makassar”. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan Croos Sectional Study untuk mengetahui hubungan umur, paritas, dan kehamilan ganda di Rumah Sakit Ibu dan Anak Bahagia Makassa dengan menggunakan tehnik Total Sampling dengan jumlah populasi 38 orang sama dengan jumlah sampel 38 orang. Dari hasil uji statistik dengan menggunakan uji Chi-Square (pearson chi-square) diperoleh untuk variabel umur ibu nilai P = 0,607 > ɑ 0,05 diperoleh bahwa tidak ada hubungan antara umur ibu dengan penyebab ketuban pecah dini di Rumah Sakit Ibu dan Anak Bahagia Makassar. Untuk variable paritas ibu nilai P = 0,429 > ɑ 0,05 diperoleh bahwa tidak ada hubungan antara paritas dengan penyebab ketuban pecah dini di Rumah sakit Ibu dan Anak Bahagia Makassar. Untuk variabel kehamilan ganda nilai P = 0,058 > ɑ 0,05 diperoleh bahwa tidak ada hubungan antara kehamilan ganda dengan penyebab ketuban pecah dini di Rumah Sakit Ibu dan Anak Bahagia Makassar. Kesimpulan dari tiga variable yaitu umur, paritas, dan kehamilan ganda tidak ada hubungannya dengan faktor-faktor penyebab ketuban pecah dini.Diharapkan pada peneliti selanjutnya dapat meneliti tentang faktor-faktor lain yang berhubungan dengan penyebab ketuban pecah dini.Karena perlu adanya peningkatan penelitian selanjutnya agar hasil yang diperoleh lebih baik lagi.

Published
2017-12-07